Kampanye Public Relation, sebelum itu kita mesti memahami bahwa Public Relations adalah fungsi manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama antara organisasi dengan publiknya, menyangkut aktivitas komunikasi, pengertian, penerimaan dan kerjasama yakni melibatkan manajemen dalam menghadapi persoalan atau permasalahan, membantu manajemen untuk mampu menanggapi opini publik, mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi yang sehat dan etis sebagai sarana utama.
Berkaitan dengan hal tersebut, aktivitas Public Relation dalam komunikasi terintegrasi dalam sebuah program kampanye Public Relation. Kampanye Public Relation dalam arti sempit bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan khalayak sasaran (target audience) untuk merebut perhatian serta menumbuhkan persepsi atau opini yang positif terhadap suatu kegiatan dari suatu lembaga atau organisasi (corporate activities ) agar tecipta suatu kepercayaan dan citra yang baik dari masyarakat melalui penyampaian pesan secara intensif dengan proses komunikasi dengan jangka waktu tertentu yang berkelanjutan. Dalam arti umum atau luas, kampanye Public Relation tersebut memberikan penerangan terus-menerus serta pengertian dan memotivasi masyarakat terhadap suatu kegiatan atau program tertentu melalui proses dan teknik komunikasi yang berkesinambungan dan terencana untuk mencapai publisitas dan citra yang positif (Ruslan 2002 : 66). Adapun arti lain dari Kampanye humas ialah aktivitas komunikasi yang terorganisasi, secara langsung, yang ditujukan khalayak tertentu, pada periode yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan. Sering terjadi kerancuan pengertian atau istilah kampanye yang disamakan dengan propaganda, dan secara operasional keduanya adalah sama-sama melakukan kegiatan berkomunikasi yang terencana untuk mencapai tujuan tertentu dan berupaya mempengaruhi khalayak sebagai target sasarannya.
Menurut Rogers dan Storey dalam Ruslan (2007:23) kampanye adalah sebagai serangkaian kegiatan komunikasi yang terorganisasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu. Sementara itu, Leslie B. Snyder mengungkapkan bahwa kampanye komunikasi adalah tindakan komunikasi yang terorganisasi yang diarahkan pada khalayak tertentu, pada periode waktu tertentu guna mencapai tujuan. Selanjutnya, Pfau dan Parrot menjelaskan bahwa kampanye adalah suatu proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan mempengaruhi khalayak sasaran yang telah ditetapkan”. (Venus 2007:8)
Melihat dari pengertian-pengertian diatas, maka apapun ragam dan tujuan dari kampanye Public Relations tersebut, upaya perubahan yang dilakukan kampanye selalu terkait dengan aspek pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan perilaku (behavioural). Ostergaard dalam Venus (2007:10) menyebut ketiga aspek tersebut dengan istilah “3A” sebagai kependekan dari awareness, attitude dan action.
Pada tahap pertama kegiatan kampanye biasanya diarahkan untuk menciptakan perubahan pada tataran pengetahuan atau kognitif. Pada tahap ini pengaruh yang diharapkan adalah munculnya kesadaran, berubahnya keyakinan atau meningkatnya pengetahuan khalayak tentang isu tertentu. Tahapan berikutnya diarahkan pada perubahan dalam ranah sikap atau attitude. Sasarannya adalah untuk memunculkan simpati, rasa suka, kepedulian atau keberpihakan khalayak pada isu-isu yang menjadi tema kampanye. Sementara pada tahap terakhir kegiatan kampanye ditujukan untuk mengubah perilaku khalayak secara konkrit dan terukur. Tahap ini menghendaki adanya tindakan tertentu yang dilakukan oleh sasaran kampanye.
Charles U. Larson dalam Ruslan (2007:25) kemudian membagi jenis kampanye kedalam tiga kategori yakni; Product-Oriented Campaigns, Candidate-Oriented Campaigns dan Ideologically or Cause Oriented Campaigns.
Pertama, Product-Oriented Campaigns.
• Kampanye yg berorientasi pada produk, umumnya terjadi di lingkungan bisnis.
• Istilah lain: commercial/corporate campaign.
Contohnya; Kampanye Bank BTN Go Public, Kampanye Telkom Flexi.
Kedua, Candidate-Oriented Campaigns.
• Kampanye yg berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.
• Kampanye Pemilu, Kampanye Penggalangan Dana bagi partai politik.
Dan terakhir, Ideologically or Cause Oriented Campaigns.
• Kampanye yg berorientasi pada kandidat, umumnya dimotivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.
• Kampanye Pemilu, Kampanye Penggalangan Dana bagi partai politik.
Itulah pengertian, tahapan-tahapan dan jenis yang ada pada Kampanye Public Relation yang dapat kami telusuri, semoga membantu 😊
Sumber:
https://komunitaspr.wordpress.com/tag/kampanye-pr-2 diakses pada tanggal 12/12/2017 pukul 12.40 WIB
http://www.lspr.edu/pritakemalgani/kampanye-humas diakses pada tanggal 12/12/2017 pukul 12.57 WIB
Komentar
Posting Komentar