Langsung ke konten utama

RUANG LINGKUP PR

Sebelumnya saya telah membahas mengenai pengantar, tujuan dan fungsi PR, dan kali ini saya melanjutkan pada ruang lingkup PR. Pada dasarnya, ruang lingkup PR tergantung dari karakter organisasi atau perusahaan dalam menjalankan visi dan misi perusahaan serta tujuan yang hendak dicapai. Intinya jika kita memahami apa itu hakikatnya dari PR serta mengetahui, sebenarnya apa saja tujuan dari adanya PR dalam sebuah perusahaan, mengetahui peranan serta fungsi PR dalam perusahaan secara garis besar kita sudah dapat diketahui apa sejatinya ruang lingkup dari PR yang sekarang. Dimana PR sudah menjadi dimensi keilmuan dan sebuah profesi di Indonesia khususnya hingga di dunia.
Secara teoritis menurut Cutlip, dkk. ruang lingkup PR mencakup enam bidang pekerjaan yaitu: Pertama, Publisitas yang merupakan suatu kegiatan yang menempatkan seseorang, organisasi atau perusahaan di media massa atau mediaa massa memberitakan atau menyebarkan kegiatan dari perusahaan tersebut. Publisitas menekankan pada suatu komunikasi satu arah. Contohnya dengan melakukan pengiriman siaran pers atau mengundang para wartawan pada acara tertentu yang diselenggarakan perusahaan. Jika informasi yang ditawarkan disambut atau diterima maka wartawan akan menyebarkan informasi tersebut melalui media massa namun jika informasi yang didapat tidak menarik menurut wartawan maka berita tersebut tidak akan dimuat dalam media massa. Hal ini bersifat gratis tapi memiliki kriteria yaitu sebuah berita yang dapat menarik publik.
Kedua, Pemasaran. Dimana bidang pemasaran memperkenalkan produk perusahaan agar dikenal masyarakat luas, karena seorang public relaions mengemban tanggung jawab perusahaan dalam hal ekonomi yaitu dengan bekerja efektif sehingga dapat memenangkan peersaingan dengan perusahaan yang bergerak dibidang yang sama. Sehingga dapat dikatakan bagian pemasaran dan PR saling keterkaitan. Disaat pemasaran bertugas mendesain produk, mengemas produk menentukan harga,promosi serta distribusi produk. Maka PR harus mampu menjaga hubungan antara perusahaan dengan pelanggan atau hubungan dengan pelanggan.
Ketiga, Public affairs. Suatu perusahaan harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan pemerintahan karena pemerintahan mengeluarkan peraturan yang harus dipatuhi oleh perusahaan. Dalam hal ini PR harus memperhatikan Public Affair yaitu bidang khusus PR yang membangun dan mempertahankan hubungan dengan pemerintah dan komunitas lokal agar dapat mempengaruhi kebijakan publik.
Keempat, Manajemen isu. Merupakan upaya organisasi atau perusahaan untuk melihat kecenderungan isu atau opini publik yang muncul di tengah masyarakat dalam upaya perusahaan untuk memberikan tanggapan atau respon yang sebaik-baiknya. Tanggapan yang baik diperlukan agar isu dan pendapat negatif tidak berkembang yang mengakibatkan kerugian perusahaan. Sebagaiman yang dijelaskan oleh Tucker manajemen isu merupakan proses manajemen yang memiliki tujuan untuk membantu mememilhara pasar, mengurangi risiko, menciptakan kesempatan serta mengelola citra sebagai suatu asset perusahaan untuk keuntungan perusahaan dan pihak-pihak terkait. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan antisipasi, riset serta menetapkan prioritas isu serta menilai dampak isu terhadap organisasi.
Kelima, Lobi. Suatu perusahaan selalu berkepentingan dengan peraturan hukum yang akan mempengaruhi jalanya perusahaan. PR mampu mengadakan lobi dengan para pembuat UU atau peraturan. Adapun defenisi lobi adalah bidang khusus PR yang membangun dan memelihara hubungan dengan pemerintah utamanya untuk tujuan mempengaruhi peraturan dan perundang-undangan). Maka PR membutuhkan usaha lobi ini untuk mendorong keberhasilan perusahaan (Morrisson, 2006:14 dalam penelitian Arumsari)

Keenam, Hubungan investor. Suatu perusahaan terdapat 8 khalayak utama PR menurut Frank Jefkins yaitu: masyarakat luas, calon pegawai atau anggota, para pegawai, pemasok jasa atau barang yang merupakan kebutuhan rutin perusahaan, para investor, para distributor, konsumen dan pemakai produk perusahaan serta para pemimpin pendapat umum (Jefkins, 1996:72)
Keberadaan Public Relations (PR) adalah hal yang wajib bagi sebuah perusahaan. Dalam upaya untuk menciptakan, memelihara dan membina hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak yakni perusahaan dengan konsumennya maka PR harus dapat menjadi jembatan penghubung yang baik.
Public relations berperan dalam penjelasan atau pembelaan terhadap opini-opini yang kurang baik dari publik terhadap perusahaan tersebut, dengan cara menyajikan berbagai data, fakta dan informasi yang sebenarnya. Oleh karena itu harus ada proses yang kontinu dari manajemen perusahaan untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para konsumen, karyawan, dan publik pada umumnya. Secara internal dengan mengadakan analisa dan perbaikan-perbaikan terhadap perusahaan, sedangkan secara eksternal dengan survey, observasi dan publikasi.
Public Relations merupakan kegiatan komunikasi dalam suatu perusahaan secara timbal balik (two way traffic reciprocal communication). Hal ini berarti bahwa pada jalur pertama komunikasi berbentuk penyebaran informasi dari perusahaan kepada publik. Pada jalur kedua komunikasi berlangsung dalam bentuk penyampaian tanggapan atau opini publik (public opinion) dari publik ke perusahaan tadi. Melalui komunikasi dua arah tersebut, pihak perusahaan harus selalu mengkaji, apakah informasi yang disebarkan kepada publiknya itu diterima, dipahami dan diaplikasikan atau tidak. Evaluasi ini perlu sebagai bahan perencanaan kegiatan ke depannya.
Fungsi public relations melekat pada proses manajemen. Eksistensi public relations sebagai pelembagaan kegiatan komunikasi dalam perusahaan justru untuk menunjang upaya manajemen dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini kegiatan public relations adalah khusus yang berkaitan dengan komunikasi.
Dalam operasionalisasinya, public relations membina hubungan yang harmonis antara organisasi dan publik. Selain itu juga mencegah terjadinya rintangan psikologis pada pihak publik. Sifat harmonis di sini mengandung makna luas, yakni adanya saling mempercayai (mutual confidence), iktikad baik (goodwill), toleransi (tolerance), membina saling pengertian (mutual understanding), saling menghargai (mutual appreciation) dan membangun citra baik (good image).

Ada juga Ruang Lingkup Tugas PR
1. Membina Hubungan Ke Dalam (internal public) yaitu publik yang menjadi bagian dari badan/organisasi itu sendiri. membangun hubungan baik, motivasi  dan sikap positif.
2. Membina Hubungan Ke Luar (external public) yaitu publik umum (masyarakat). Yaitu untuk mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambar publik yang positif terhadap lembaga.


SUMBER:
Nugroho, Fretiana, Aktivitas Kerja Public Relations dalam Perusahaan Perhotelan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret, Surakarta. 2009.
http://muwafikcenter.lecture.ub.ac.id/pengantar-dasar-dasar-public-relations

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL, MACAM-MACAM DAN POLA KOMUNIKASI

Pembahasan kali ini, tentang profil, macam-macam dan pola komunikasi. Maka dari itu, saya akan membahas satu persatu bagaimana sihh profil komunikasi itu? Nah, sebenarnya profil komunikasi atau profil public relations (humas) itu identitas dari individu atau organisasi yang memberikan informasi kepada yang membutuhkan, dengan maksud untuk mengenali, memahami, dan  mempelajari individu atau organisasi tersebut. Menurut Berten K. (1994) mengatakan bahwa kode etik profesi merupakan norma yang telah ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi dan untuk mengarah atau memberikan petunjuk kepada para anggotanya, yaitu bagaimana “seharusnya” (das sollen) berbuat dan sekaligus menjamin kualitas moral profesi yang bersangkutan di mata masyarakat untuk memperoleh tanggapan yang positif. Apabila dalam pelaksanaanya (das sein) salah satu anggota profesi tersebut telah melakukan perbuatan yang menyimpang dari kode etiknya kelompok profesi itu akan tercemar citra dan nama baiknya di mata mas...

PERENCANAAN PROGRAM PR

Pembahasan kali ini tentang perencanaan program kerja yang ada di Public Relation. Nah, sebelum masuk pada tema pembahasannya maka saya akan memberikan pengertian dari perencanaan kerja, menurut pakar Public Relations, Frank Jeskins (2004 : 13), “Public Relations consists off all from of planned communications outwards and inwards between an organization and its public for the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding”. Maksudnya, Secara umum pengertian dari perencanaan program kerja public relations yaitu terdiri dari semua bentuk kegiatan perencanaan komunikasi baik kegiatan ke dalam maupun ke luar antara organisasi dan publiknya yang tujuannya untuk mencapai saling pengertian. Perencanaan program kerja public relations tersebut, berkaitan dengan pengertian perencanaan, wujud rencana kerja dan alasan dilakukannya perencanaan kerja program PR, termasuk manfaat dan klasifikasi perencanaan kerja tersebut. Maka penjelasannya sebagai berikut Perencana...

PENENTUAN TARGET DAN STRATEGI PR

Target atau yang biasanya disebut dengan segmentasi adalah proses mengkotak-kotakan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok “potensial customer” yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. Target tersebut masih dalam kontek pemasaran secara umum, tapi dalam hal ini berbicara mengenai hubungan masyarakat yang juga tidak terlepas dari target untuk pelaksanaan berbagai strategi agar terciptanya hubungan internal dan eksternal Public Relations (PR). Lalu bagaimana dengan penentuan target dan strategi Public Relations itu? Seperti halnya sebuah pentas seni yang sebelum dilaksanakan tentu punya persiapan atau perencanaan begitu juga dengan Public Relations ini tentunya mempunyai perencanaan untuk melakukan sesuatu kampanye misalnya, untuk siapa kegiatan tersebut?  Maka dari itu target dalam Public Relations ini harus memberikan gambaran lebih jauh, dengan perencanaan yang sesuai. Pada da...