Langsung ke konten utama

KEDUDUKAN PUBLIC RELATIONS

Berbicara soal Kedudukan Public Relations sejatinya memperoleh reaksi dan tanggapan publik sehingga mencapai suasana internal maupun ekternal yang akrab, saling mengerti, dan muncul suasana yang menyenangkan dalam interaksi perusaahaan dengan publik.

Keberadaan PR dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya berbagai kemajuan telah mengakibatkan terjadinya pembaruan dalam masyarakat. Cara hidup mesyarakat yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu, semakin mempengaruhi fungsi tersebut. Kondisi di atas jelas memerlukan keahlian khusus di bidang PR. Praktisi PR dituntut kemempuannya untuk mengkoordinasikan atau mengelola pemanfaatan sumber daya organisasi untuk penyelenggaraan komunikasi 2 arah antara organisasi dan publiknya. Kaitan antara PR dengan konsep manajemen menghasilkan pemahaman akan pentingnya public relations, seperti dinyatakan oleh Mc Elreath, dari pernyataan manajemen public relations dipahami sebagai bentuk pengelolaan public relations dengan menerapkan fungsi-fungi manajemen yaitu dengan menjalankan penelitian, perencanaan dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.
Secara umum Public Relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yakni berada di antara dua pihak publik. Baik untuk publik lingkup internal maupun publik lingkup eksternal. Hal ini menginsyaratkan bahwa seorang Public Relations Officer sesuai fungsinya adalah sebagai “penyambung lidah” perusahaan atau organisasi, khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik-publik yang berada didalam, dan umumnya dengan publik-publik yang berada diluar perusahaan atau organisasi. Selain itu, Public Relations tidak hanya bertugas sebagai penyampai informasi manajemen dari perusahaan atau organisasi kepada publiknya, melainkan juga merupakan saluran informasi dari publik kepada perusahaan atau organisasi. Informasi yang datang dari publik itu merupakan opini publik sebagai “feedback” daripada informasi yang disalurkan dari perusahaan atau organisasi itu. (Yulianita, 2007:83)

Menurut Moore (2004:159) “Humas di tingkat manajemen puncak sebuah organisasi, dengan seorang direktur utama dan dewan direktur. Karena tindakan manajemen dan kebijaksanaan manajemen mempengaruhi Humas, maka fungsi humas harus ada dalam kedudukan tertentu di dalam struktur organisasi untuk berpartisipasi dengan manajemen dalam keputusan kebijakan umum”.

Morisan, seorang pakar Humas, menguraikan kedudukan Humas dalam konteks organisasi atau perusahaan. Menurutnya, ada tiga hal yang turut menentukan, eksistensi departemen Humas pada setiap perusahaan yaitu: Pertama, ukuran organisasi atau perusahaan itu sendiri. Suatu perusahaan kecil mungkin tidak terlalu membutuhkan unit humas tersendiri karena fungsi itu mungkin bisa dirangkap bagian lain. Pada beberapa organisasi tertentu fungsi Humas langsung dirangkap oleh salah seorang Direkturnya. Namun suatu perusahaan besar yang memiliki hubungan dengan khalayak luas sudah cukup membutuhkan suatu departemen Humas tersendiri dengan staf lengkap. Kedua, nilai atau arti penting fungsi Humas bagi manajemen. Besar kecilnya departemen Humas terkadang dipengaruhi oleh pengetahuan atau kebutuhan pimpinan perusahaan terhadap peran Humas bagi kepentingan organisasi atau perusahaan. Suatu perusahaan keluarga atau perusahaan milik pribadi yang cenderung tertutup, biasanya tidak merasa terlalu membutuhkan fungsi Humas, kalaupun ada, hanya kecil saja. Kondisi ini berbeda dengan perusahaan terbuka yang sudah go public, yang harus lebih transparan, sehingga membutuhkan fungsi humas yang lebih aktif. Disini, pemahaman dan penghayatan pucuk pimpinan terhadap keberadaan Humas sebagai pendukung lini strategis organisasi tentu menjadi sangat menentukan. Ketiga, karakteristik organisasi atau perusahaan.

Setiap perusahaan pasti memiliki kebutuhan tersendiri yang tidak bisa diseragamkan dengan kebutuhan perusahaan lain. Perusahaan pembuat produk konsumen yang bersifat massal, semisal: sabun, shampo atau makanan, pasti lebih mengarahkan dana untuk keperluan periklanan, dan tidak terlalu mementingkan Humas. Hal ini berbeda dengan perusahaan industri yang bersifat teknis misalnya perusahaan yang membuat produk hasil teknologi baru atau perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, reksadana, investasi dan sebagainya yang akan lebih mementingkan kegiatan-kegiatan Humas demi mendidik pasar daripada beriklan semata-mata. Humas sebagai fungsi manajemen bagi organisasi tentu diarahkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Ketiga hal ini, bisa menjelaskan mengapa pada suatu organisasi/perusahaan tidak ditemukan departemen Humas, sementara pada organisasi lainnya, Humas menjadi suatu departemen yang sangat berpengaruh dan penting.

Dengan demikian, keberadaan PR harus terlibat penuh dalam program kegiatan semua tingkatan struktur organisasi, sebagai upaya untuk mengetahui pelaksanaan, arah tujuan atau sasaran managemen strategic di berbagai level manajemen prusahaan.
Departemen PR yang memiliki tujuan tersendiri, memformulasi, mengelola dnakan program melaksanakan program strategisnya dengan departemen terkait agar terhindar kesalahan-kesalahan koordinasi program kegiatan dari tujuan dan sasaran utama grand strategic manajemen organisasi.


Sumber:
Rhenald,Kasali, Manajemen Public Relations: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. PT Pustaka Utama Grafiti. Jakarta. 2005.
Morissan, Manajemen Public Relations. Strategi Menjadi Humas Profesional, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008.
https://uchyebolla.wordpress.com/2015/11/16/kedudukan-dan-strategi-public-relations/ diakses 10/11/2017. 19:55 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL, MACAM-MACAM DAN POLA KOMUNIKASI

Pembahasan kali ini, tentang profil, macam-macam dan pola komunikasi. Maka dari itu, saya akan membahas satu persatu bagaimana sihh profil komunikasi itu? Nah, sebenarnya profil komunikasi atau profil public relations (humas) itu identitas dari individu atau organisasi yang memberikan informasi kepada yang membutuhkan, dengan maksud untuk mengenali, memahami, dan  mempelajari individu atau organisasi tersebut. Menurut Berten K. (1994) mengatakan bahwa kode etik profesi merupakan norma yang telah ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi dan untuk mengarah atau memberikan petunjuk kepada para anggotanya, yaitu bagaimana “seharusnya” (das sollen) berbuat dan sekaligus menjamin kualitas moral profesi yang bersangkutan di mata masyarakat untuk memperoleh tanggapan yang positif. Apabila dalam pelaksanaanya (das sein) salah satu anggota profesi tersebut telah melakukan perbuatan yang menyimpang dari kode etiknya kelompok profesi itu akan tercemar citra dan nama baiknya di mata mas...

PERENCANAAN PROGRAM PR

Pembahasan kali ini tentang perencanaan program kerja yang ada di Public Relation. Nah, sebelum masuk pada tema pembahasannya maka saya akan memberikan pengertian dari perencanaan kerja, menurut pakar Public Relations, Frank Jeskins (2004 : 13), “Public Relations consists off all from of planned communications outwards and inwards between an organization and its public for the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding”. Maksudnya, Secara umum pengertian dari perencanaan program kerja public relations yaitu terdiri dari semua bentuk kegiatan perencanaan komunikasi baik kegiatan ke dalam maupun ke luar antara organisasi dan publiknya yang tujuannya untuk mencapai saling pengertian. Perencanaan program kerja public relations tersebut, berkaitan dengan pengertian perencanaan, wujud rencana kerja dan alasan dilakukannya perencanaan kerja program PR, termasuk manfaat dan klasifikasi perencanaan kerja tersebut. Maka penjelasannya sebagai berikut Perencana...

PENENTUAN TARGET DAN STRATEGI PR

Target atau yang biasanya disebut dengan segmentasi adalah proses mengkotak-kotakan pasar (yang heterogen) ke dalam kelompok-kelompok “potensial customer” yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya. Target tersebut masih dalam kontek pemasaran secara umum, tapi dalam hal ini berbicara mengenai hubungan masyarakat yang juga tidak terlepas dari target untuk pelaksanaan berbagai strategi agar terciptanya hubungan internal dan eksternal Public Relations (PR). Lalu bagaimana dengan penentuan target dan strategi Public Relations itu? Seperti halnya sebuah pentas seni yang sebelum dilaksanakan tentu punya persiapan atau perencanaan begitu juga dengan Public Relations ini tentunya mempunyai perencanaan untuk melakukan sesuatu kampanye misalnya, untuk siapa kegiatan tersebut?  Maka dari itu target dalam Public Relations ini harus memberikan gambaran lebih jauh, dengan perencanaan yang sesuai. Pada da...